Memainkan persepsi dan sikap
manusia itu mudah berubah-ubah. sifatnya, hatinya, bahkan cara berfikirnya. misal.., manusia sadar bahwa dia merasa bodoh dengan menilik dan bernostalgia dengan masa lalunya. mengulas memori menyelesaikan beberapa kondisi dan beberapa masalah yang mungkin berarti (berarti dalam masanya dulu). hal tersebut tersirat dia pintar. dia bisa memahami kekurangan sebelumnya tuk di ubah lebih elok di masa mendatang.
celakanya, banyak keadaan dari seseorang berpikir pintar tersebut mengubah haluan kondisi berbanding terbalik menjadi bodoh. seseorang tersebut diracuni sifat congkak, nah sifat congkak inilah dasar yang mencemari sifat murni manusia. murni dalam berfikir, bersikap, bahkan betindak.
dan kabar baiknya, celaka-celaka tersebut tidak berlaku bagi seseorang yang istiqomah untuk tetap rendah hati dengan segala kondisi dan tidak mudah takabur. terlepas benar atau salah, penulis hanya mencoba menelisik dari dua sisi kondisi yang umum terjadi, serta kaidah pendukung (seseorang yang merasa pintar adalah seseorang yang sedang mengalami kebodohan)
ya muqallibal qulub...
tsabbit qolbi 'aladinik...
salam...
celakanya, banyak keadaan dari seseorang berpikir pintar tersebut mengubah haluan kondisi berbanding terbalik menjadi bodoh. seseorang tersebut diracuni sifat congkak, nah sifat congkak inilah dasar yang mencemari sifat murni manusia. murni dalam berfikir, bersikap, bahkan betindak.
dan kabar baiknya, celaka-celaka tersebut tidak berlaku bagi seseorang yang istiqomah untuk tetap rendah hati dengan segala kondisi dan tidak mudah takabur. terlepas benar atau salah, penulis hanya mencoba menelisik dari dua sisi kondisi yang umum terjadi, serta kaidah pendukung (seseorang yang merasa pintar adalah seseorang yang sedang mengalami kebodohan)
ya muqallibal qulub...
tsabbit qolbi 'aladinik...
salam...
Komentar
Posting Komentar