Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2019

Puisi - maaf

Gambar
Maaf Oleh : Zamzam Akhir-akhir ini aku terasa aneh Serasa di dalam mimpi Tapi bedanya..., Rasa-rasa terasa secara nyata Kau bergantayangan Setiap aku menikmati kesendirian. Seakan.., Sukmamu keluar dari wadahnya Merayu sukmaku yang sedang berdiam dengan tenangnya Kadang aku berpikir., Apakah ini pembalasanmu ? Pembalasan karena sempat mengusikmu Lalu..., ku campakkan begitu saja Tanpa merasa bersalah Maaf ... Bukan maksud menghilang Aku hanya tak tega meneruskan Mengakhiri kesenangan awal Sebelum menyakiti terlalu dalam Menyudahi euforia sejenak Sebelum tercetak jejak Maaf .., Bila spekulasiku salah Menuduhmu melakukan pembalasan Padahal.., haluku yang keterlaluan Untuk saat ini., Cukup cerita kita tertulis sampai disini Jika esok terluang kesempatan., Mari kita tuliskan cerita lanjutan. Cerita dimana kita saling memperjuangkan. Yakinlah aku akan datang, Dengan ketulusan yang paling dalam.

Tabiat Rindu

Gambar
Tabiat Rindu Oleh : Zam zam Kopi dan senja Menusuk rusuk Menjelma sesosok ciptaan yang indah Indah menurutmu, menurutku, atau menurut mereka ? Celetuk massa Ah.. Sudahlah Aku tak tertarik mempermasalahkannya Yang kutahu, Dia adalah amanah dari tuhan Yang perlu ku perjuangkan Yang perlu ku pertahankan Mengais ratapan tangis Noda kesabaran meringis pada batas tipis Seperti anai-anai yang tersapu angin Yang tak mengenal istilah dingin Berulangkali mencoba meramu Angan semu justru menyapaku Apakah ini tabiat rindu ? Doakan aku agar tak bosan menunggu Pun sabar tak memudar dari kamusku

Memainkan persepsi dan sikap

manusia itu mudah berubah-ubah. sifatnya, hatinya, bahkan cara berfikirnya. misal.., manusia sadar bahwa dia merasa bodoh dengan menilik dan bernostalgia dengan masa lalunya. mengulas memori menyelesaikan beberapa kondisi dan beberapa masalah yang mungkin berarti (berarti dalam masanya dulu). hal tersebut tersirat dia pintar. dia bisa memahami kekurangan sebelumnya tuk di ubah lebih elok di masa mendatang. celakanya, banyak keadaan dari seseorang berpikir pintar tersebut mengubah haluan kondisi berbanding terbalik menjadi bodoh. seseorang tersebut diracuni sifat congkak, nah sifat congkak inilah dasar yang mencemari sifat murni manusia. murni dalam berfikir, bersikap, bahkan betindak. dan kabar baiknya, celaka-celaka tersebut tidak berlaku bagi seseorang yang istiqomah untuk tetap rendah hati dengan segala kondisi dan tidak mudah takabur. terlepas benar atau salah, penulis hanya mencoba menelisik dari dua sisi kondisi yang umum terjadi, serta kaidah pendukung (seseorang yang merasa...